ZIGAZ

. ZIGAZ .


“Tik. . tik . . .tik. . “ terdengar rintik air hujan dari kamar Osi. Nampaknya ada yang berbeda di hari ini, biasanya langit tampak cerah sedangkan pagi ini air hujan mulai membasahi kawasan Wonogiri , tempat dimana Osi tinggal. Osi adalah seorang cewek yang manja, yang tinggal di Kawasan Wonogiri dengan adik dan kedua orang tuanya.
“ Tok…tok..tok, sayang bangun nak, udah jam 6 itu lho, buruan mandi lantas berangkat ke sekolah.” Triak ayah Osi dari luar kamar. “ iya pah, papah berangkat dulu aja, nanti aku bisa naik bus kan ?! “ jawab Osi. Osi memang anak yang sedikit bandel , tetapi Ayahnya sangat menyayanginya bahkan perhatiannya kepada Osi melebihi perhatian Ibu Osi kepada Osi.
Dengan raut wajah yang kusam Osi mulai berangkat menuju sekolahnya. Ini adalah hari pertama Osi duduk di bangku kelas 2 SMP. Dan hari ini juga ia mendapat kelas baru dan teman yang baru. “ hai. . aku fenny, salam kenal ..” sapa seorang kawan baru Osi . “ hai juga , aku Kadarosi, emm panggil saja aku Osi , eh aku keluar dulu ya fen ?” sahut Osi sambil bergegas keluar meninggalkan Fenny.
“ Mitha ! ! !.......”triak Osi, “ eh iya, ada apa Os ? eh iya gimana kelas dan temen barumu ? “ Tanya Mitha, Mitha adalah Kawan Osi sejak di Sekolah Dasar, Mereka selalu bersama setiap saat, tetapi mungkin tidak mulai hari ini dan yang akan datang, karena mereka sudah tidak satu kelas lagi. “ ah nyebelin banget tau gak ? aku masuk kelas 8a ! ! huhh mana gak ada yang aku kenal , hufhhh.., kalo kamu sendiri Mit?”sahut Osi . “ Kalo aku sih enjoy aja Os, udahlah kamu pasti bisa kok akrab sama mereka.”lanjut Mitha.
“Tett…tettt…” bel masuk telah berbunyi, dengan berat hati, Osi mulai masuk d kelas barunya. “ aku boleh duduk disini , kenalkan aku Laila .” sapa seorang temen Osi. “ eh , iya silahkan , aku Osi ..”jawab Osi dengan mukanya yang sedikit kusut.
Satu per satu anak mulai maju untuk memperkenalkan diri. Pada saat Osi memperkenalkan diri, seorang laki – laki mengkagetkan Osi dengan perbuatannya. “ upss ,. Maaf aku gak sengaja ! “ sahut laki – laki itu dengan muka tanpa rasa bersalah . “ eh biasa aja dong mas ! mau cari rebut jangan disini ! ! !” jawab Osi dengan sedikit menghentak.
“ ada apa itu ? tolong jangan ngomong sendiri .” Sahut Bu Guru.
Bel pulang pun berbunyi , Osi cepat cepat meninggalkan ruangan itu.
“ Mah,, mamah dimana ? “ triak Osi. “ Ada apa Os ? mamah di dapur lagi buatin mie buat adek, sini bantuin mamah dulu .” pinta mamah Osi . Mamah Osi memang tidak pernah mau tau tentang kejadian yang dialami oleh Osi , Mamahnya selalu sibuk dengan pekerjaannya.
“ Mah aku tu lagi capek, ! mamah tu ngertiin aku sedikit aja deh ..” sahut Osi sambil bergegas menuju kamarnya. “
Saat makan malam pun tiba, semua keluarga Osi makan bersama di ruang makan. “ Gimana Osi teman barumu ?” Tanya ayah Osi . “ Ah papah ! Osi sebel masuk di kelas 8a ! gak ada yang aku kenal, semuanya egois !” sahut osi .
“ Sudah..sudah, kamu jangan mudah menilai teman – temanmu seperti itu, kamu kan baru satu hari kenal mereka, papah yakin suatu saat kamu pasti menyesal telah menilai teman – temanmu seeperti itu .” jawab Ayah Osi . “ Ahh papah ! udah ah Osi mau tidur .” segera Osi bergegas menuju kamarnya.
‘’ Osi…udah siang, mau sekolah apa engga ?” triak mamah Osi. “ iya mah, ini aku mau mandi , nanti aku langsung kebawah . “ jawab Osi dengan mata yang masih sedikit merem.
“ Osi , kok mukanya pucat ? ada masalah ya ? “ Tanya laila teman sebangku Osi. “ Udah la, aku gak papa kok.” Sahut Osi.
“Osi mulai bercakap – cakap dengan teman satu kelasnya, dia mulai tertawa bersama, dan melakukan apapun bersama, sampai – sampai kalau ulangan dikerjakan bersama. Tetapi tidak kepada Dominicus, ia adalah teman satu kelas Osi bahkan dia adalah musuh Osi , dia selalu membuat ulah dikelasnya, sering sekali ia diihukum karena membuat teman – temannya menangis akibat ulahnya.
Satu bulan telah berlalu, setiap hari Osi menghabiskan waktunya dengan teman – temannya kelas 8a, mulai dari les, mengerjakan tugas , bahkan bekerja kelompok,
Teman – temannya lah yang selalu ada untuk Osi, Sampai – sampai dia menyesal pernah menilai mereka egois.
Ujian semester pun tiba, waktu terasa begitu cepat. Namun pada saat Test berlangsung Osi sedang bertengkar dengan Laila , bahkan mereka musuhan hingga beberapa hari. Dan akhirnya Osi sekarang pindah tempat duduk dengan Risma. Seorang cewek yang terlihat sangat kalem dan pendiam, berbeda sekali dengan Osi yang cerewet dan sedikit galak.
Dua minggu telah berlalu, Osi pun semakin dekat dengan Risma, ternyata dia adalah sosok perempuan yang tidak jauh dengan Osi, dia memang terlihat lebih kalem dari Osi, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa dia ternyata juga cerewet. “ Osi maafin aku ya? Aku salah paham sama kamu, tidak seharusnya aku marah padamu , “ kata laila sambil meneteskan air matanya. “ ya ampun, udah lah, lupain aja kalau kita pernah punya masalah, bagaimanapun juga kamu adalah temanku yang paling baik, udah ya hapus air matamu la,” sahut Osi.
“ Os, kayaknya kamu sama Risma sudah dekat ya ? tidak enak rasanya kalau aku mengganggu persahabatan kalian, kayaknya kamu lebih senang jika duduk sama Risma .” kata laila dengan nada yang lembut.
“ Ah apa – apaan sih la, iya Risma itu baik kok tapi kamu juga gak kalah baiknya la, yaudah kamukan sekarang duduknya udah ama Lela kan ? kalo gitu, aku sama Risma aja ya ? “ sahut Osi
Semakin hari kedekatan Risma dengan Osi semakin menjadi, bahkan mereka sering disebut anak kembar , karena kemiripan mereka. Hingga pada suatu hari, mereka membuat genk yang namanya “ KEPOMPONG “. Yaitu Osi , Risma , fenny dan Muftias. Mereka ber empat selalu bersama dimanapun dan kapanpun, Muftias adalah seorang cewek yang lugu dan cantiknya bukan main, banyak orang yang menyebutnya seperi seorang Bidadari.
“ Osi, gimana nihh OSIS mau ngadain lomba Drama Musical, kelas kita enaknya apa ya ?” Tanya Muftias . “ Iya tu os, aku juga bingung banget buat pensi kita , lagian kan ada lomba membuat taman juga os …” sahut Risma .
“ Hmmm ya aku sih nggak bisa mutusin , ya nanti aku tanya temen – temen dulu dehh , ya ? kalau aku punya ide judulnya “ Sayembara The movie “ aja nanti ceritanya kita buat seedikit berbeda. “
Akhirnya setelah bermusyawarah terpilhlah drama musical “ Sayembara The Movie.”
Hampir setiap pulang sekolah, murid – murid 8a selalu berlatih drama tersebut, hingga persahabatan mereka terasa semakin dekat.
“ eh , males banget tau, main yo ? “ sahut dominikus. “ heh, kamu tu ngomong dipikir dulu ! kita tu belum paham bener tentang drama ini, sekali – sekali kamu tu serius dong ! jangan bisanya Cuma bikin ulah ! dasar nyusahin !” Jawab Osi sambil marah – marah.
“ Osi sabar ya ? kamu tau kan dominicuss tu emang gitu ! udah anggap aja dia orang gila ,”kata Risma .”hhhaahah bener banget tuh !”sahut fenny
Setiap jam kosong selalu digunakan anak – anak 8a untuk latihan drama . Dan hampir setiap sore mereka selalu ke sekolah untuk membuat taman.
“ tin…tinnn”, terdengar ayah Osi membunyikan klakson sambil berkata : “ Osi, ayo cepetan keburu gelap.” Iya pah bentar.”sahut Osi.
“ Gimana ? temen kamu masih egois enggak ?hmm ?’’ Tanya ayah Osi sambil tersenyum , “ hhahaha , engga kok pah, mereka temen yang baik, bener kata papah kalau Osi bakal menyesal pernah menilai mereka negative., tapi ada juga temen Osi yang nyebelin banget pah ! huhhh !!! pokoknya Osi benci sama dia !” jawab Osi.
Jangan gitu Osi, siapa tahu dibalik itu semua dia yang paling sayang sama kamu , “ jawab ayah Osi dengan santai. “ ah papah Nyebelin ! “ sahut Osi.
Ayam mulai berkokok, dengan penuh semangat Osi mulai bergegas untuk berangkat ke sekolah . “mah Osi berangkat dulu, :D “ triak Osi, “ halah….iyaa..ati – ati kamu ! “sahut mamah Osi.
Hari ini adalah Ulang Tahun SMP Negeri 1 , dihari ini juga Drama musical di tampilkan , dan semua perlombaan dinilai.
“ Osi , aku udah ngga sabar lagi nih . “ Tanya siska yang juga teman satu kelas Osi, siska adalah teman Osi yang pandai dan canggih dalam memainkan alat music, sehingga dia berperan sebagai gitaris dalam drama 8a .
Akhrnya , setelah dinanti – nanti, tiba saatnya untuk 8a memainkan dramanya, penonton bersorak sorai memeriahkan acara tersebut . “
“ ya ampun , beneran aku tadi demam panggung tau gak ris! Hufhhh >,< “ kata Osi, “ nggak cuma kamu Os, aku aja sampai sekarang masih gemeteran ,, “ sahut muftias.
Akhirnya , pemenang pun di umumkan , dan akhirnya kelas 8a mendapatkan juara 1 dalam perlombaan pembuatan taman, dan juara 2 dalam perlombaan drama musical.
Rasanya senang sekali, jerih payah teman – teman akhirnya berbuah hasil.
“ Osi tunggu… emmm maafin aku ya, dulu aku jail sama kamu, aku ngrusak setiap kali kita mau latihan, maaf ya ? “ sapa dominicus . “ ehmm.. gimana ya ? yaudahlah gak papa , mau gimana lagi coba, tapi kamu jangan kaya gitu lagi ya ? “ jawab Osi.
Semenjak itu, Osi dan Domnicus terlihat begitu dekat, hingga akhirnya mereka jadian.
“ Lhoh ! Osi kamu jadian ya sama cowok sialan itu ? “ Tanya fenny dengan muka setengah gak percaya. “ Kamu kok gitu fen, dia kan sayang sama cowok sialan itu, ya khan ? hhaha” sahut Muftias . belum sampai Osi menjawab Risma mulai menanggapi “ Osi pokoknya kita ditraktir ya ? “. “ apaan siih kalian, hmmm…” jawab Osi sambil bergegas menuju Kantin bersama KEPOMPONG .
Tiba saatnya kenaikan kelas, tetapi kali ini pihak sekolah memutuskan untuk tidak mengacak kelas lagi. Sehingga persahabatan 8a dapat diteruskan di kelas 9a .
“ Nggak nyangka ya kita bisa bareng lagi, aku udah sayang banget sama kalian . “ sahut Risma.
Satu bulan pun telah berlalu, semenjak duduk di kelas 9 ini, dominicus dan Osi sering bertengkar, mereka mempermasalahkan tentang Osi yang tidak pernah perhatian kepadanya, tetapi sibuk di Organisasinya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka.
Semenjak Osi putus, dia mulai focus di organisasinya, namun takdir berkata lain, justru karena organisasi inilah Osi mulai menaruh hati kepada salah seorang pengurus OSIS. Dia mulai memperhatikan segala sesuatu yang ada pada laki – laki itu.
“ Justin, hari ini kamu ada les ?” Tanya Osi dengan sedikit malu, “ engga I, kenapa ?” sahut Justin. Justin adalah cowok yang judes dan pendiam, dia tidak pernah mempedulikan orang lain, kecuali orang yang dekat dengannya, namun dibalik sikapnya yang dingin, dia memilki hati yang tulus, karena itu Osi mulai menaruh hati kepadanya.
“ Emm, ya kalau bisa nanti jam 3 balik ke sekolah ya? Kita mau bahas tentang pensi kita yang akan datang. “ sambung Osi. “ Nanti ? gampang lah, kamu sms ke nomorku aja 085725600194.” Sahut Justin sambil bergegas meninggalkan Osi.
Entah kenapa, setelah itu Osi menjadi dekat dengan Justin, kedekatan mereka menambah rasa sayang Osi kepada Justin. Tetapi Osi tidak pernah bercerita tentang Justin kepada sahabatnya, karena salah satu teman sekelas Osi , bernama Dilla sudah dari kelas 8 menaruh hati kepada Justin.
“ Osi, kok kamu sibuk terus ya ? sampai-sampai sekarang kita nggak pernah main bareng lagi, aku pengen crita banyak banget ke kamu Os tentang Ardy.” Sahut Risma. “ Maaf ya ris, aku juga sebenarnya pengen main bareng lagi, tapi ya kamu tau sendirikan keadaanku ? ardy ? kenapa dengan dia Ris ?” sambung Osi. Ardy adalah kekasih Risma, mereka berpacaran kurang lebih sudah 2 tahun.
“Lho Os, kamu nggak tau ya kalau Ardy sama Risma udah putus ?” sahut Muftias. “ Lho ? yang bener ris ? kenapa kalian putus ?” Tanya Osi dengan sedikit kecewa. “ Ardy punya cowo lain Os, udahlah ngapain mbahas kaya gitu, ke kantin yuk ?” Ajak Fenny.
Semakin hari, Osi semakin sayang pada Justin , bahkan dia selalu memperhatikan keadaan Justin.
Rasa sayangnya yang dalam kepada Justin , membuat dia tidak bisa menutupi tentang rasa itu kepada sahabat – sahabatnya. Hingga suatu hari, “ Osi apa bener kamu jadian sama Justin anak kelas 9g itu ?” Tanya Risma dengan jengkel . “ Denger denger kamu sayang sama dia ?” sambung fenny. “ Osi kamu tau kan ? dia itu cowok sombong, judes lagi pokoknya kita tidak setuju kamu sama dia !” sahut Muftias.
“ Aku nggak tau tentang perasaan ini, aku begitu sayang kepada Justin, aku tau kalian nggak setuju, lantas aku harus gimana ?” sambung Osi dengan meneteskan air matanya.
Yosata yang juga sahabat Osi kelas 9b juga sebenarnya tidak setuju jika Osi dengan Justin , tetapi dia mengerti tentang perasaan Osi .” teman – teman, aku tau Justin tu sama sekali nggak nge-klop sama kita, tapi setidaknya kita ngertiin perasaan Osi, ya ?” sahut Yosata. Yosata adalah orang yang paling dewasa diantara KEPOMPONG, setiap kali ada masalah dialah yang membantu menyelesaikannya.
“ Yaudah deh Os, itu hak kamu buat sayang sama dia, tapi tu dia nggak pantes buat kamu , aku akan bantu kamu buat lupain dia, lagian kamu sama dia nggak mungkin bisa bersatu, kalian itu beda kepercayaan kan? .”sahut Risma
Semenjak itu, Osi sudah tidak pernah lagi untuk menghubungi dia. Walaupun sebenarnya rasa sayang itu masih ada dan mungkin akan selalu ada .
“Osi, nanti ke warnet ya, kita buat Friendster. “ ajak Risma. “ iya deh, oke oke . “ jawab Osi dengan senang hati.
Setelah mengenal Friendster, Osi menjadi sering sekali ke warnet, lewat Friendster dia mempunyai banyak teman. Bahkan lewat Friendster juga dia mulai dekat dengan seorang laki – laki.
“ Osi tunggu, bener ya yang dikatain di kelas ku ? kamu sekarang deket sama Pisma ?” Tanya Yosata dengan penuh penasaran.
“ hah ? hahaha kata siapa sih ? ada – ada saja kalian, Cuma temen chatting kok .” Jawab Osi.
“ eh Osi, kamu jadian aja sama Pisma , dia itu cowoknya baik tau, dia juga setia gitu.” Sapa Risma. “ eh, tau darimana kamu ? jangan-jangan kamu mantannya ya ? hahahaha . “ jawab Osi dengan canda tawa.’’ Apaan sihh ah Osi nggak mutu, ! haha.” Jawab Risma sambil mengakhiri obrolan mereka.
Memang sebenarnya sulit sekali bagi Osi untuk dapat melupakan Justin, tapi itulah jalan yang terbaik.
Setiap hari Osi selalu ditemani Pisma, Pismalah yang selalu ada buat Osi. Hingga suatu hari . “ Osi, kamu bener udah nggak sayang sama Justin ? “Tanya Yosata. “ iya kalau aku boleh jujur aku belum bisa lupain dia, tapi aku yakin aku nggak mungkin bisa sama dia kan yos ?” Iya aku tau perasaanmu, lantas bagaimana dengan Pisma ? Kayaknya dia mulai sayang sama kamu.” Tanya Yosata balik. “ Enggak yos, dia belum bisa melupakan mantannya, mana mungkin dia sayang sama orang yang kaya aku, udahlah, apa – apaan sih kamu .” jawab Osi. “ Udahlah Osi, Pisma itu sayang sama kamu, perhatiannya ke kamu itu bukan hanya sebagai seorang teman chatting Os !” sambung Risma.
“Lantas aku harus gimana ? gini ya ris , aku sama Pisma itu Cuma temen deket, dia yang bantuin aku buat nglupain Justin , aku sama dia itu pura – pura deket biar Justin itu cemburu, dan dia jadi benci sama aku, kalau dia benci sama aku, pasti aku juga gak akan sayang lagi sama dia , aku juga bantuin Pisma buat nglupain mantannya kok.’’ Sahut Osi.
Semakin hari, kedekatan Pisma dengan Osi bagaikan seorang kekasih, Pisma selalu menjaga Osi, Pisma selalu ada disaat Osi senang maupun sedih.
Dan tiba-tiba perasaan itu menjadi sebuah cinta. Tepat ditanggal 7 Mei 2009 mereka jadian.
“ Pis , maafin aku ya , kalo nanti aku masih sering bawa-bawa nama Justin , “ Tanya Osi dengan perasaan sedih . “ Iya deh Os, aku juga tau, kamu belum bisa lupain dia, tapi kamu mau berusaha buat lupain dia kan Os ? “Tanya Pisma balik. Osi hanya bisa mengangguk – anggukkan kepalanya.
“ Osi, cye.. mana makan – makannya sayang ?” sapa Risma dengan cengar cengir. “ Apaan sih, Iya makan – makan kok, santai aja… tapi,, dirumah masing – masing , hahahahaha.” Sambung Osi. “ iiih, dari dulu pelit…..!” tambah Risma.
Satu minggu sudah Pisma dan Osi jadian, mereka terlihat saling menyayangi, setiap hari mereka selalu meluangkan waktu untuk bertemu dan saling bercerita.
Namun itu hanya berjalan kurang lebih 2 minggu, mereka terpaksa mengakhiri hubungan mereka karena Justin.
“ Pis, maafin aku ya, aku sebenarnya sayang sama kamu, tapi aku juga nggak tega sama kamu, kamu taukan ? sampai saat ini aku masih belum bisa lupain Justin, setiap kali kita bertengkar, aku yang selalu cari masalah, kamu yang selalu mengalah, kamu begitu baik buat aku pis, aku yakin kamu bisa dapetin yang lebih dari aku, maafin aku ya Pis ?” kata Osi dengan perasaan yang sangat kecewa.
“ Iya , aku tau Os, kamu masih sayang sama Justin, yaudah kalau kamu mau kita putus, kamu jaga diri ya ?” sahut Pisma.
Semenjak itu, Osi merasa sangat bersalah kepada Pisma, bahkan dia kecewa dengan dirinya sendiri.
“ Osi kamu kenapa mutusin Pisma ?kamu nggak punya perasaan ya Os? Kamu tau ? sekarang dia sedang berulang tahun, padahal dia berharap dihari ini kamu selalu ada buat dia ! tapi apa yang kamu kasih sama dia ? apakah ini kado dari kamu Os ?!” Tanya Risma dengan perasaan kecewa.
“ Risma , maafin aku :’( aku nggak bisa kaya gini terus, aku masih sayang sama Justin, tapi aku juga sayang sama Pisma ! aku tau aku egois, aku tau aku nggak punya perasaan :’( tapi mungkin ini jalan yang terbaik Ris .” sambung Osi dengan meneteskan air matanya.
“ Udah Os, aku tau perasaanmu, kamu pasti sangat menyesal dan merasa bersalah kepada Pisma , kamu udah ngucapin selamat ulang tahun buat dia kan ? “ Tanya Yosata dengan sangat halus.
“ Iya yos, aku udah ngucapin SELAMAT ULANG TAHUN buat dia kok :’) tadi malem aku nggak bisa tidur yos, aku ngucapin tepat pada pukul 00.01. Aku ingin menjadi orang pertama yang ngucapin selamat ulang tahun buat dia, walaupun aku bukan kekasihnya lagi, tapi sms ku baru terkirim tadi pagi Yos, :’( semalem HPnya nggak aktif .” jawab Osi.
“ Yaudah kalau itu memang yang terbaik Os, kamu sabar ya ? “ sambung Muftias.
Semenjak saat itu, Pisma nggak pernah hubungin Osi, bahkan dia marah sama Osi .
Satu minggu setelah itu, ujian sekolah telah selesai, dan kini murid-murid mulai sibuk mencari sekolah baru.
“ Osi, kamu daftar di SMA N 3 Surakarta ya ?” Tanya Risma dengan perasaan sedih, “ Iya Risma :’), kamu mau nerusin di SMA 1 ya ? sebenarnya aku nggak mau kalau kita pisah, tapi ya gimana lagi :’0, Risma walaupun kamu sama KEPOMPONG udah nggak satu sekolahan lagi, kalian adalah sahabat sejatiku :’) aku sayang banget sama kalian ‘’Republic A “ dan SPENSABA ku ;’).” Jawab Osi.
“ Iya , aku nggak mau pisah sama kalian, kalian begitu baik :’0,” sambung Muftias. “ Udahlah, kita pisah hanya beberapa tahun, tapi nanti kalau kita udah sukses, rumah kita berdekatan ya ? kalu perlu anak kita , kita jodohkan ?hahahah.’’ sahut Fenny sambil tertawa melepas keheningan.
Satu bulan setelah itu, Hasil Ujian pun diumumkan, saat itu juga, mereka harus berpisah, tangis haru dan bahagia dirasakan oleh Murid-murid dan guru-guru di SPENSABA.
Sekarang KEPOMPONG tidak bersama lagi, Osi dan Yosata melanjutkan sekolahnya di SMA N 3 Surakarta, Risma melanjutkan di SMAN 1 Wonogiri, sedangkan Fenny dan Muftias di SMA N 1 Baturetno.
Namun, walaupun mereka jauh, mereka selalu meluangkan waktu liburan untuk melepas kerinduan. Walaupun jauh dimata, tetapi mereka dekat dihati. :’)

SELESAI

0 komentar:

Posting Komentar